Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto Laksanakan FFD Yang Disponsori PT. Maxxi Agri Indonesia

Uncategorized79 Dilihat

Jeneponto — Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto melaksanakan kegiatan Farm Field Day (FFD) yang diinisiasi dan disponsori oleh PT.Maxxi Agri Indonesia.dengan penerapan teknologi Pertanian komoditas jagung kuning Varietas Maxxi 2 di Lahan Kelompok Tani Bangkit Pallengu Desa Arungkeke Pallantikang Kec.Arungkeke, Kamis 02 Mei 2024.

Farm Field Day (Hari Temu Lapang) merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan antar petani, peneliti, dan penyuluh pertanian untuk saling tukar menukar informasi tentang teknologi pertanian yang diterapkan dan mendapatkan umpan balik dari petani mengenai masalah dan hambatan yang dihadapi dalam berusahatani.

Kegiatan ini dihadiri oleh, Kepala Bidang Penyuluhan Noer Ibrah Ibrahim, SP..M.Si , Sub Koordinator Kelembagaan Abd.Aziz, SP.M.Si, Sub Koordinator Ketenagaan Imran Nurdin, SP.MP, Supervisi Penyuluh Kabupaten, para Koordinator BPP Kec.Arungkeke, Batang, dan Tarowang, Penyuluh Pertanian, Sekertaris Desa Arpal, tokoh masyarakat, Ketua dan pengurus kelompok tani, serta MD Seed Corn Sultan Batara perwakilan PT.Maxxi Agri Indonesia Ahmad .Mudarris beserta seluruh jajarannya.

Kegiatan di mulai dengan pelaksanan panen jagung varietas Maxxi 2 yang ditanam dilahan milik Ketua Poktan Bangkit Pallengu Dg.Lawa dengan luasan sekitar 50 are, Jagung varietas ini termasuk varietas baru pertamakali ditanam dan dikembangkan di Jeneponto.
Dari hasil ubinan yang diambil oleh tim maxxi dan penyuluh pertanian diperoleh berat pipilan kering mencapai 5, 7 kg, sehingga hasil ini setara dengan 91,20 Kw/Ha

Kepala Bidang Penyuluhan Noer Ibrah Ibrahim menjelaskan bahwa, sumbangan sektor pertanian khususnya komoditas jagung kuning sangat berkontribusi dalam postur PDRB dan pertumbuhan ekonomi Jeneponto, karena mengingat penduduk jeneponto sekitar 60% bekerja sebagai petani, dan lebih dominan menanam jagung untuk menopang kebutuhan ekonomi dan juga peningkatan kesejahteraannya.

Lanjut Ibrah mengatakan bahwa peran petani sangat dominan dalam mengembangkan budidaya jagung, khususnya produk jagung kuning, dan Farm field day ini bisa berjalan bila para petani memiliki kesadaran untuk mengembangkan usaha pertanian menuju zona agribisnis. Faktor ekonomi diprediksi akan meningkat, sejalan dengan pengembangan produksi jagung dalam skala besar.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Bangkit Pallengu Dg.Lawa berharap agar pemerintah memperhatikan kebutuhan dasar petani utamanya benih dan pupuk. Terkadang disaat kita memerlukan pupuk stok dan kuota yang tersedia tidak bisa digunakan untuk seluruh pertanaman petani, belum lagi bantuan benih kadang yg datang varietasnya bukan yang dikehendaki dan disukai para petani.

Sementara itu ditempat yg sama perwakilan PT.Maxxi Agri Indonesia Ahmad Mudarris menjelaskan bahwa Jagung merupakan komoditas pangan yang sering ditanam petani saat musim kemarau. Perlu dilakukan perawatan lahan maupun tanaman secara intensif sejak penanaman agar tanaman jagung dapat tumbuh maksimal dan hasil buahnya berkualitas. Benih maxxi 2 ini tahan terhadap penyakit bulaI, tongkol seragam, jumlah baris biji 16-18 baris, menutup baik sampai ujung. Perakaran kuat dan toleran kondisi kekeringan sehingga cocok dengan kondisi iklim dan topografi jeneponto. Lanjut Ahmad menambahkan bahwa varietas ini memiliki rendemen tinggi hingga mencapai 82,37%. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *